Kategori
Berita Arsenal

Arsenal Ke Perempatfinal Piala Carabao, Menang 2-0 Atas Leeds

Arsenal melaju ke perempat final Carabao Cup selesai menang 2-0 atas Leeds United, yang nyatanya jadi malam yang nyaman buat klub Mikel Arteta.

Gol sesi ke-2 dari Calum Chambers (memakai pakaian Nicklas Bendtner) serta Eddie Nketiah meyakinkan kemenangan, perpanjang rekor tak pernah kalah club di semua kompetisi jadi delapan kompetisi.

Beberapa pemain cadangan tergolong Cedric, Rob Holding, Ainsley Maitland-Niles, Eddie Nketiah, serta Mohamed Elneny semua dikasih tempat menjadi starter saat Arteta memperhatikan kompetisi akhir minggu dengan Leicester City.

Awal mula yang baik dari tuan-rumah mempunyai energi serta ambisi, tapi sedikit ada penghindaran jika klub terlihat seperti klub yang tidak main bersama waktu beberapa saat.

Sead Kolasinac mempunyai kemungkinan terunggul untuk Arsenal di sesi pertama saat dia kumpulkan bola selesai lari kuat Nketiah, cuma untuk dimentahkan oleh Illan Meslier di tiang dekat.

Bernd Leno ada dalam tangan untuk mengontrol The Gunners di permainan saat dia mengerjakan beberapa evakuasi pintar, tergolong tangan yang kuat di samping kirinya saat sepakan keras Jack Harrison melalui lautan badan.

Performa yang lebih baik di sesi ke-2 bikin pasukan Arteta kuasai jalannya kompetisi, dengan Chambers kuasai bola saat ia bereaksi tercepat di kotak penalti untuk menanduk bola melalui garis. Nketiah menyelesaikan kompetisi selesai mencengkeram backpass jelek Liam Cooper, meyakinkan semua tersenyum di London utara.

Seperti kompetisi Arsenal yang lain, itu munculkan banyak point perbincangan, serta ini mereka.

Ainsley Maitland-Niles

Permainkan status titik tengah alternatifnya, pemain berumur 24 tahun itu kemungkinan mempunyai permainan terbaik daftar pemain Arsenal selama musim. Meyakini serta optimis pada bola, ia bikin beberapa intersepsi saat ia memandang ke rumah di tengahnya taman.

Bekerjasama dengan Elneny, Maitland-Niles berperan serta agresif saat ia mengatur tempo saat ia serta Elneny berhubungan dengan apa saja yang mencoba dilemparkan Leeds. Pembacaan bermainnya sangatlah memesona serta seperti pria ada berada di belakangnya di pertahanan, ketenangannya dalam hadapi penekanan bikin Arsenal masih tetap bertahan serta bikin Leeds frustrasi.

Ia hampir tidak mengerjakan kekeliruan karena ia salah satunya pemain terunggul Arteta waktu malam itu, kemungkinan patut untuk penghargaan man of the match.

Performa malam hari ini bakal memberi pikiran buat Arteta, terpenting waktu Januari datang serta beberapa orang seperti Thomas Partey serta Elneny bakal pergi untuk pekerjaan internasional.

Apabila Maitland-Niles hasilkan perform sesuai ini secara stabil, karena itu ia bisa jadi yang pertama saat Arteta memastikan untuk merotasi skuat. Perform fantastis dari orang Inggris, yang tampak mirip wakil yang terampil di status itu waktu lainnya tidak siap.

Chambers Seperti Nicklas Bendtner

Siapakah yang dapat lupakan gol derby menantang Spurs untuk pemain Denmark itu? Tiba dari kursi cadangan pada saatnya untuk Arsenal untuk ambil pojok, Cesc Fabregas dikocak serta Bendtner naik paling tinggi untuk tandukan rumah untuk kirim pemirsa Emirates ke keceriaan.

Itu salah satunya peralihan pemain yang amat dikenang oleh Arsene Wenger.

Nach, Chambers mengerjakan peniruan Bendtner terbaik dalam hari Selasa. Masuk di sesi ke-2 untuk Ben White yang nampaknya luka, Arsenal memperoleh sepak sudut serta selesai Emile Smith Rowe memasukkan, bola dibalikkan ke tempat beresiko oleh Nicolas Pepe yang menanduk bola ke gawang untuk mendapatkan Chambers dengan sentuhan pertama kalinya. permainan, serta selesai pengecekan Hawk Eye singkat, ditandaskan jika ia berikan Arsenal kelebihan.

Sementara gol Chambers tidak mempunyai keperluan yang serupa dengan Bendtner, itu merupakan kejadian penting di permainan karena penampakan yang lebih bagus selesai sela perlu gol untuk menentramkan saraf.

Perayaan itu menghangatkan hati waktu Chambers, yang tidak menyepak bola semenjak Agustus, lari ke tepi lapangan ke arah pelatih bola mati Nicolas Jover yang menjelaskan padanya jika ia bakal membuat gol dengan sentuhan pertama kalinya.

Ada jauh dari klub penting semenjak datang dari luka, itu merupakan kejadian khusus buatnya.

Rob yang Nyaman Rekanan Satu Teamnya

Selanjutnya, Berita Arsenal serta Arteta nampak bertambah akur di jantung pertahanan, menantang Leeds, itu jadi amburadul. Ben White serta Rob Holding sama didesak keluar lapangan karena luka serta terdapatnya mereka untuk kompetisi Arsenal seterusnya menantang Leicester dikuatirkan.

Untungnya keresahan perihal White selekasnya dipadamkan selesai kompetisi waktu Arteta mengonfirmasi jika ia dikeluarkan selesai terasa kurang sehat, penyakit yang serupa yang bikin Pablo Silahkan mangkir.

Namun bagaimana dengan Holding? Perform yang nyaman dari pemain Inggris itu membuat mulai beberapa gempuran yang tidak biasa di depan dari peranan bek tengah kirinya yang tidak biasa.

Bersama White, yang keanggunannya dalam kepenguasaan bola sangatlah membahagiakan untuk dilihat, Holding menerobos titik pertahanan Leeds pada beberapa peluang di sesi pertama, kemungkinan menjadi anggukan terhadap manajernya jika ia bukan cuma satu yang sanggup memutus pertahanannya.

Menggenggam tidak melawan White untuk tempat awalnya dalam tempo dekat, tapi ia masih sebagai alternatif alternatif ke-2 untuk status itu serta menyaksikannya menambah sedikit daya tarik pada dianya yang kebanyakan low-block-try-and-pass-me yang dibikin untuk kesenangan. memandang.

Klub Arteta Kembali pada Tekanan Penuh

Rasanya Arsenal serta Arteta sudah belajar pelajaran mereka selesai tragedi Crystal Palace. Selesai The Gunners pimpin terlebih dulu, mereka melepas gas serta melepaskan Palace mengatur serta mendikte permainan. Sesungguhnya, Arsenal mestinya kalah dalam kompetisi itu karena Palace dapat terasa persoalan untuk bisa lolos tiada tiga point.

Tapi, dalam dua kompetisi seterusnya, menantang Aston Villa serta saat ini Leeds, selesai membuat gol pertama, klub arahan Arteta tidak sanggup bangun. Tiap pemain mengacaukan serta mengacaukan beberapa pemain Leeds, memaksakan turnover serta menjepit mereka kembali ke 1/2 mereka.

Gabriel Martinelli permainkan andilnya, berikan kiprahan Cody Drameh malam yang panas, yang diperlihatkan dengan striker yang terbanyak mengerjakan tekel dalam kompetisi.

Penekanan nampak saat 2 gol Arsenal tiba dalam tempo 15 menit keduanya waktu Nketiah mencengkeram tandukan yang jelek untuk mendobrak gawang, mengatur bola dengan baik sekali selanjutnya nyaris mengacau garisnya seutuhnya karena bidikannya hampir tidak melalui garis. Kompetisi secara prinsip usai dengan 20 menit tinggal.

Kompetisi menantang Palace merupakan pengingat yang terang jika demikian mereka unggul, Arsenal harus membunuh serta mendapat gol ke-2 yang sangat perlu itu. 2x dalam dua kompetisi, klub sudah mengerjakan itu tapi musuh Liga Premier seterusnya di Leicester bisa jadi ujian prediksi bola yang lebih susah ketimbang Villa serta Leeds.